Hukum Islam Tentang Catur

Posted: September 6, 2009 in Math Chess
Tags: , ,

Ini saya posting hanya untuk sekedar informasi dan referensi saja buat para temen-temen yang beragama Islam dan hobi catur… Moga bisa di ambil hikmahnya!!

Syaikh Shalih Fauzan Abdullah Al-Fauzan berkata dalam kitab beliau “Al-I’lam Bi Naqdi Kitab Al-Halal wa Al-Haram” pada pasal koreksi 9 : Permainan Catur

Penulis (Yusuf Al-Qardhawi) pada halaman 217 menjelaskan tentang perselisihan ulama mengenai hukum permainan catur. Lalu penulis memilih pendapat yang mengatakan bahwa hukumnya mubah (boleh). Penulis juga mengomentari : “Menurut pengatahuan kami bahwa catur itu menurut asalnya adalah mubah, sebab tidak ada dalil yang menunjukkan keharaman catur melebihi dari perbuatan lahwun (permainan yang tak berguna) dan hiburan yang ada. Catur merupakan olah raga pikiran dan melatih berfikir”. Kemudian penulis menjelaskan syarat-syarat kebolehan main catur antara lain.

[1]. Tidak mengundur-ngundur waktu shalat
[2]. Tidak disertai dengan judi
[3]. Hendaknya pemain dapat menjaga lisannya dari omongan kotor

Pada seharusnya kita wajib menaati peraturan tersebut agar terhindar dari “keharaman bermain catur”. Maka, untuk syarat pertama kita harus mewaspadai waktu kita bermain catur, tidak berdekatan dengan waktu shalat dan tidak berlebihan dalam 24 jam. Sedangkan untuk syarat kedua&ketiga bisa di jalani dengan cara mencari lawan yang “bersih” dan tempat yang terjaga dari hal-hal berbau zalim.

Sekarang coba perhatikan fatwa dari Ibnu Taimiyah tentang hukum catur, beliau menjelaskan, “Permainan itu tidak ada manfaatnya, apabila untuk mencapai ketenangan jiwa sebagaimana yang diharapkan oleh peminum khamer. Padahal perkara lain yang mubah untuk menenangkan jiwa tanpa menghambat ibadah dan mendatangkan kerusakan tidak sedikit”. Lalu bandingkanlah wahai pembaca dengan fatwanya penulis (Syaikh Yusuf Qardhawy), beliau mengatakan : “Bahwa permainan catur itu bukan termasuk lahwun tetapi hiburan untuk melatih berfikir dan kecerdasan otak”. Coba anda bisa menimbang dua perkataan diatas, mana yang lebih benar.

Selanjutnya perhatikan lagi fatwa Ibnu Taimiyah : “Imam Baihaqi paling tahu tentang hadits diantara pengikut Syafi’i. Beliau menjelaskan bahwa sahabat telah sepakat mengharamkan permainan catur itu. Tidak ada seorangpun yang menentang pendapatnya dalam hal ini. Siapa yang mengatakan bahwa ada salah seorang sahabat membolehkan permainan ini maka itu adalah salah”. Lalu bandingkan dengan fatwa penulis yang mengatakan “Adapun para shahabat, mereka berbeda pendapat dalam hukum catur ini”. Kemudian penulis menjelaskan bahwa Ibnu Abbas dan Abu Hurairah membolehkannya.

Wahai pembaca, siapa yang lebih layak mengetahui qaul (pendapat) shahabat, Syaikh Ibnu Taimiyah dan Imam Baihaqi ataukah penulis ??! Wallahu Al-Muata’an.

Untuk kelengkapan diskusinya ada di sini: Hukum Permainan Catur

Memang pendapat manusia selalu berbeda untuk mencapai keadilan. Hanya temen-temen sendiri yang punya jawabannya…
Oh iya, kita kan pernah menyinggung catur pada masa islam di posting sebelumnya, klik aja Catur Pada Masa Islam

Dan jangan lupa Filosofi ini: “catur adalah perang dua orang terpilih, dan kamu adalah salah satunya”

About these ads
Comments
  1. Rifqy says:

    Jazakumullohu khoiron atas penjelasannya. Semakin jelas kini apa yg ana ragukan sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s